Sabtu, 18 April 2009

...

SAMBUNGAN BLOG INI KUNJUNGI BUDAYA JAWA
melody cinta 1985:

Minggu, 14 September 2008

J A T I D I R I

Beberapa ajaran kebatinan, keagamaan, seni beladiri pencak silat dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sering mengajarkan kalimat “Jati Diri”, hanya sedikit yang kami tampilkaan tentang pengertian jati diri ini mungkin bisa diambil manfaatnya.Ada beberapa Tinjauan dan Sudut pandang tentang Jati diri.
A. Tinjauan Asal Usul Manusia:
Manusia sebelum terlahir sebagai manusia masih berupa Roh yang merupakan bagian dari Roh – Ku, Penciptaan manusia secara ilmiah dari segumpal darah , dari pertemuan sel jantan seorang laki-laki, dan sel betina dari seorang perempuan, dari segumpal darah kemudian Aku Tiupkan Roh dari sebagian dari Roh Ku. Setelah kurang lebih sembilan bulan lahirlah seorang anak manusia. Manusia ditinjau dari susunannya terdiri dari roh yang berupa nafas yang bersifat menghidupkan ,kedua yaitu nurani/perasaan atau kesadaran akan pengertian hidup, ketiga adalah badan wadak/tubuh yang tersusun dari tanah mineral dan air yang merupakan tempat berdiamnya roh dan nurani.
B. Tinjaun Kepribadian:
Seorang remaja ketika beranjak dari sekolah SD ke SMP dan SMA, pada masa remaja sekitar usia 14 - 17 tahun ada suatu yang aneh misalnya mulai dari perwatakan dan busana, bagi orang tua secara naluri mengetahui apa yang terjadi pada putra dan putrinya, hal ini sering dikatakan oleh tetangga bahwa “ putra bapak sedang menghadapi masa kritis keremajaan untuk mencari jati diri”.
Pada masa itu kadang mempunyai hobby dengan musik barat yang keras, yang bila didengarkan hanyalah musik berantakan, juga busana dan hobby motor yang menurut orang umum aneh. Kemudian setelah menjadi dewasa dimana tingkat kedewasaan ini tidak bisa diukur dengan umur, kedewasaan seseorang akan berbeda dari masing - masing individu . kedewasaan secara awam bisa dilihat dengan mulainya menentukan jalan hidup yang sesuai dengan dirinya / jati diri bahwa ia merasa tidak cocok dengan rambut yang gondrong, musik yang keras, dan pelahan namun pasti ada kalanya menyenangi gending jawa, dan berbusana sederhana, pekerjaan yang dulu cepat bosan dan berganti-ganti kini mulai menetap dan menekuni satu pekerjaan, disinilah dikatakan seorang anak manusia telah menemukan Jati dirinya.
C. Tinjauan Keilmuan Ghoib:
Banyak Ilmu ghoib berdasar kekuatan yang diambil dari luar diri manusia, baik secara langsung melalui permohonan , juga bisa melalui lelaku ditempat pedanyangan/punden/pemujaan . Ada yang menggunakan jin, kekuatan siluman, kekuatan gombal genderuwo, kekuatan leluhur, kekuatan keris pesugihan dan lain-lain, sebagai manusia yang menggunakan kekuatan-kekuatan diluar dirinya dalam doanya masih juga menggunakan kata-kata tuhan sebagai pancernya.
Tidak selalu pengajaran ilmu keghoiban berdasarkan ghoib dari luar diri manusia tetapi ada juga yang berdasar kekuatan ghoib dari dalam diri manusia sendiri, dalam pengajaran keghoiban yang menggunakan sumber kekuatan dari Dirinya Sendiri dikatakan “keghoiban jati diri”.
Dalam keghoiban “jati diri” keghoibannya misalnya adalah saudara ghoib manusia, semua orang mempunyai saudara kembar ghoib yang akan menjaga dirinya sejak dari lahir sampai ia dituntun jalannya saat meninggal dunia. Disini ada yang terawat dan tidak terawat, bahkan ada yang tidak mengerti sama sekali. Pada titik simpul ajaran Ghoib Jati diri harus bisa ketemu Saudara Kembar nya sendiri. Jejak saudara kembar bisa ditemui setelah memasuki alam keghoiban, ulah/kelakuan dari saudara kembar kita misalnya bisa bersuara diluar control diri kita, bisa memberikan petunjuk, wajahnya mirip diri kita sendiri , pada pengalaman yang lain Saudara Kembar bahkan bisa berujud dengan Nyata.
D. Tinjauan Perilaku Manusia:
Tinjauan perilaku manusia yang berkait jati diri yaitu bahwa perilaku manusia berbeda dengan mahluk lain walau sama-sama mahluk tuhan.Perilaku manusia berbeda sekali dengan perilaku hewan, misalnya sapi. .pada kata seekor sapi berbeda sekali dengan seorang sapi.Jika kita melihat seekor sapi, buang air kecil saja disembarangan tempat, jarang mandi, dan hidup “semau gua suka suka”. Terkadang manusia yang mempunyai budaya tinggi kenyataannya perilakunya melebihi sapi, sama sekali tidak takut aturan, dan hukum, maunya korupsi sebanyak-banyaknya tanpa mau dihukum. Kalau di kota besar modal beberapa ratus juta untuk membuat hotel mini sudah jadi ramai. Kalau tempatnya tepat dan strategis lima tahun kemudian omzetnya sudah berlipat milyaran rupiah, dari kisah penggerebekan hotel, mayoritas penghuni hotel adalah pasangan kumpul kebo, yang melakukan hubungan badan tanpa pernikahan yang sah. Inilah yang dikatakan perilaku yang tidak sesuai dengan Jati Diri Manusia sebenarnya. Perilaku yang sesuai jati diri kalau dalam islam ya termaktub dalam Al quran dan Al hadits, diitambah qiyas dan Ijmak, kalau Kristen ada di Injil, kalau di ajaran kebatinan atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa adanya “angger-angger atau aturan perilaku manusia sejati”.
E. Tinjauan Tujuan Hidup:
Dalam perjalanan hidup manusia , ada fase mengenal, mencari, menemukan bagaimana dan apa yang terjadi pada dirinya sendiri, apa yang terjadi dengan dunia ini, dan bagaimana kita melangkah..Dalam kisah “ Sun Go Kong si Kera Sakti” dalam perjalanan bersama 3 saudaranya dan gurunya Thong Sang Chong. Mencari kitab suci dan mencari jati diri. Tak lain adalah kitab yang melekat pada hati dan perilaku manusia itu sendiri, jati diri adalah tujuan yang di cari, yaitu perilaku yang baik dan mulia menurut ajaran masing-masing, disinilah seseorang tidak bisa melihat padahal sudah dekat dimata. Dalam kisah itu beberapa siluman yang juga tak mengerti menuliskan kitabnya sendiri, bahkan ingin merebut kitab suci , kitabnya saja tidak mengetahui. Bagaimana mau merebut kitab itu.Dalam terminology Islam, manusia di lahirkan didunia sebagai kholifah, sebagai bentuk mahluk yang sangat luar biasa dibandingkan mahluk lainnya , mempunyai kemiripan bentuk dengan yang Maha Pencipta. Kelebihan manusia di sini adalah mempunyai akal dan budi dibandingkan mahluk lain. kelebihan inilah sebenarnya tuhan harapkan manusia menjadi pengolah dunia, lain lagi bila dalam terminology kepercayaan ada istilah “ Tuhan membutuhkan Manusia dan Manusia membutuhkan Tuhan”,Agak berbeda sedikit dengan terminology islam dengan istilah “ Aku ciptakan Jin dan Manusia Untuk beribadah Kepada Ku”, juga beda lagi dalam terminology Buddha “ Manusia terlahir di dunia untuk menebus Karmanya sendiri sebagai upaya mencapai nirwana”. Setiap manusia seharusnya cepat kaki ringan tangan seperti matahari yang diciptakan tuhan, untuk menyinari segala hal, yang hitam , putih, genting, sawah, ladang, islam, Kristen, dan Buddha yang tidak pandang bulu.

Kamis, 28 Agustus 2008

ILMU KONTAK

Ada berbagai upaya manusia yang hidup dialam nyata untuk mempelajari tentang hal yang berada di alam ghoib , alam ghoib umumnya oleh orang jawa dianggap sebagai peristiwa yang lain alam yaitu alam yang tidak bisa dijangkau dengan panca indra ataupun jangkauan pemikiran logika.Salah satu upaya manusia yang hidup di alam nyata yang berusaha untuk mengetahui rahasia ghoib adalah dengan ilmu kontak, peristiwa memanggil roh yang ghoib baik berupa roh manusia , siluman, ataupun jin kedalam tubuh manusia diblog ini akan saya sebut dengan “ ilmu kontak.” Latar belakang untuk menghasilkan kemampuan kontak ghoib ada berbagai macam, ada yang menggunakan penyatuan gelombang /sinkronisasi getaran ghoib dengan getaran sedulur papat, ada yang merasukkan/memanjingkan roh ghoib dalam tubuh manusia dimana badan yang dimasuki roh ghoib dalam keadaan tidak sadar.Pada tingkat keilmuan ini ada juga yang menggunakan latar belakang perewangan (pembantu yang ada tapi tidak berwujud dari alam ghoib) untuk membantu mencari petunjuk obat untuk mengobati orang sakit, caranya yaitu saat roh yang di undang masuk kedalam tubuh sang dukun sendiri atau teman sang dukun/ media orang lain , kemudian roh itu disuruh menulis rajah atau obatnya.Ada istilah yang mirip sama misalnya kontak suara, tarik suara, tarik sukma, kemanjingan , kemanggungan, mediumisasi dll, walau sebenarnya istilah-istilah itu akan dianggap beda oleh setiap perguruan/pendidikan telepati dan hipnotisme/kebatinan.